Pagi itu seperti biasa
aku sudah harus bersiap-siap untuk menuju kantor ku ,namaku Alfiter Atfal, namun
orang-orang biasa memanggilku Al, aku mempunyai seorang pacar yang bernama
Nabilah Ratna Ayu, dia kuliah di salah satu Universitas terkenal di Jakarta
~oOo~
Kantor ku memang
berbeda dari yang lain,karna disini tugas ku adalah sebagai pembunuh
bayaran, sebenarnya aku sudah muak bekerja di tampat ini, tapi apa boleh buat, aku
meneruskan tugas ayahku, dan aku dikenal sebagai pembunuh yang bisa dibilang
paling mematikan
Tapi disisi lain
nabilah tidak pernah tahu dengan pekerjaanku ini,karna memang aku tidak pernah
cerita pada nya,dan suatu hari aku di panggil oleh bos ku untuk menyelesaikan
sebuah tugas
*tukkk..tukk…tukk
Aku pun mengetuk pintu
dan memasuki ruangan bos ku
Boss : “Al, kamu saya panggil kesini karna
kamu akan saya tugaskan untuk membunuh seorang pengusaha” ucapnya tegas padaku
Aku : “Pengusaha? Siapa bos?” tanyaku
padanya
Boss : “Dia adalah pengusaha terkaya nomer
5 di Indonesia, jadi apakah kamu sanggup untuk melaksanakan tugas ini” ucapnya
sambil memberikan foto pengusaha itu
Aku : “Saya sanggup bos,tapi kenapa saya
harus membunuh nya? Memang apa salahnya?” ucapku lagi
Boss : “Dia adalah musuhku sewaktu
bersekolah dulu,dan aku ingin kamu membunuhnya tanpa ada jejak” ucapnya lagi
Aku : “Baik boss,akan saya laksanakan
segera” ucapku sembari meninggalkan ruangan itu
Aku pun bergegas untuk
mencari pengusaha tersebut dan langsung membunuhnya tanpa meninggalkan
jejak, Dan seperti biasa aku pun bisa menyelesai kan tugas ku itu dengan
baik, dan aku di berikan penghargaan oleh bos ku.
Tapi suatu hari nabilah
tiba-tiba menelfon ku dan mengajak ku untuk bertemu dengan nya
Pembicaraan di telfon :
Nabilah : “Al, kamu dimana? Bisa nggak kita
ketemuan sekarang” ucapnya sambil sesegukan
Aku : “Loh nab, kamu kenapa? Kok kayak
orang lagi nangis gitu” tanyaku padanya
Nabilah : “Ada yang mau aku jelasin sama kamu, kita
bisa kan ketemuan di café biasa?” ucapnya lagi padaku
Aku : “Iya-iya bisa, yaudah kamu tunggu
ya, aku kesana” ucapku sembari menutup telfon dan pergi ke tempat biasa bertemu
dengan nabilah
>>>> SKIP
<<<<
*** Di Café ***
Setelah sampai di café,aku
pun langsung menghampiri nebilah yang sudah menungguku
Aku : “Nab,ada apa?” tanyaku padanya
sembari duduk
Nabilah pun tiba-tiba
langsung memelukku dengan erat,dan aku pun bingung denga sikapnya itu
Aku : “Nab,kamu kenapa? Kok nangis gini”
Tanya ku khawatir
Nabilah : “Papahh al..papah…” ucapnya lagi
Aku : “Iya papa kamu kenapa?” ucapku
bertanya
Nabilah : “Papah dibunuh al…” ucapnya yang
membuatku kaget
Aku : “Apa? Dibunuh?!!”aku pun sempat
merasa aneh dengan hal ini
Nabilah : “Iya al papah dibunuh oleh orang yang
nggak dikenal, aku takut nanti aku jadi korban selanjutnya al” ucapnya sambil
menangis
Aku : “Udah nab kamu tenang aja, nggak
akan ada yang berani bunuh kamu, aku akan selalu jagain kamu kok,ohiya aku boleh
liat foto papa kamu?” ucapku pada nabilah
Jujur saja selama aku
berpacaran dengan nabilah,aku belum pernah bertemu dengan papa nya,karna memang
kagiatanku yang begitu sibuk,sehingga tidak sempat untuk berkenalan dengan papa
nya
Nabilah pun menunjukkan
foto papah nya tersebut, dan betapa kaget nya aku, karna aku lah yang telah
membunuh papa nya dengan sangat keji,ternyata pengusaha yang dimaksud boss ku
adalah papa nya nabilah. Aku pun sangat merasa bersalah dengan apa yang telah
aku perbuat, dan aku langsung memeluk nabilah erat
Nabilah : “Loh kamu kenapa? Kok kaget gitu ngeliat
foto papa?” Tanya nya penasaran
Aku : “Emm..enggak kok,aku gpp,yaudah
mending sekarang kamu aku anterin pulang ya, soalnya aku juga mau balik kerja
nih” ucapku gugup
Nabilah : “Yaudah deh makasih ya kamu udah mau
jagain aku” ucapnya lagi
Akhirnya aku pun
mengantar kan nabilah pulang kerumah nya dan aku memutuskan untuk datang ke
danau yang biasa aku datangi jika aku sedang mempunya masalah
*** Di Danau ***
“TUHANNN MAAFKAN
AKUU, APA YANG HARUS AKU PERBUAT SEKARANGG, AKU TELAH MEMBUNUH AYAHH DARI ORANG
YANG SANGAT AKU CINTAIII” teriakku sambil meneteskan air mata
Saat itu tidak ada yang
mendengar kan ku berteriak,karna memang jarak danau yang lumayan jauh dari
lajan raya.
Dan aku pun harus menerima kenyataan ini,aku memang terlahir menjadi
seorang pembunuh,jadi aku berusaha untuk tidak menyalahkan diriku
sendiri,walaupun sebenarnya ini sangat menyiksaku
Tiba-tiba hp ku
bordering kembali,dan ternyata bos ku yang menelfon,segera saja aku mengangkat
nya
Perbincangan di telfon
:
Boss : “Al,ke kantor sekarang juga,ada
yang ingin saya bicarakan sama kamu” ucapnya menyuruhku
Aku : “I..iyaa boss,saya kesana
sekarang” ucapku sambil menuju ke kantor
>>>> SKIP
<<<<
Sesampai nya
dikantor,aku pun segera menemui bossku di ruangan nya
*** Di Ruangan Boss ***
Aku : “Ada apa boss memanggil saya?”
tanyaku padanya
Boss : “Saya mempunyai tugas lagi
untukmu,kali ini kamu harus bisa menyelesaikan nya” ucapnya lagi
Aku : “Baikk boss akan saya lakukan
tungas apapun yang anda beri” ucapku membalasnya
Boss : “Kamu harus membunuh wanita ini,dan
jika kamu berhasil,kamu akan saya angkat menjadi pemimpin di perusahaan ini”
ucapnya sembari memberikan foto target yang akan aku bunuh
Lagi-lagi aku kembali
tercengang,karna ternyata foto yang di tunjukkan oleh bos ku ini adalah foto
wanita yang sangat aku kenal dan aku cintai,ya siapa lagi kalau bukan Nabilah,
Aku : “Ta..tapi boss…” ucapku ragu
Boss : “Kenapa Al?,apa kamu tidak sanggup
mengerjakan tugas ini,seorang Alfiter yang saya kenal kuat,ternyata tidak
sanggup mengerjakan tugas semudah ini” ucap bos ku membentakku
Aku : “Ba..ba…baikk boss,akan saya
kerjakan tugas ini,tapi saya butuh waktu seminggu” ucapku gugup
Boss : “Oke,saya percaya sama kamu,tapi
tugas kamu kali ini akan diawasi oleh 2 anak buah saya” ucapnya yang membuatku
resah
Aku : “Loh boss,untuk apa? Saya bisa
melakukan tugas ini sendiri,apa anda tidak percaya dengan keahlian saya” ucapku
agak keras
Boss : “Ya saya hanya tidak ingin jika
tugas mu kali ini gagal,jadi saya mengutus ke dua anak buah saya untuk membantu
mu” ucapnya lagi
Aku pun sudah tidak bisa
berkata lagi,dan aku sangat bingung harus berbuat apa.
>>>> SKIP
<<<<
Keesokan hari nya,aku
mengajak nabilah bertemu di danau yang biasa aku temui
Nabilah : “Ada apa Al,kok tumben kamu ngajak aku
ketemuan disini?” tanyanya padaku
Aku : “Emm..aku Cuma mau ngabisin waktu
sama kamu aja kok,aku kangen sama kamu” ucapku dengan mata yang berkaca-kaca
Aku pun memeluk serta
mencium kening nabilah,dan aku berbicara dalam hati “Tuhann maafkan
aku,sejujurnya aku tidak bisa melakukan ini pada nya,aku sangat mencintai
nya,tapi kenapa keadaan tidak berpihak padaku”
Nabilah : “Kamu kenapa sih,kok dari tadi
bengong,ada yang kamu lagi pikirin?” Tanya nya lagi
Aku : “Aku..emmm..enggak kok,besok kita
ke pasar malem yuk,ya jalan-jalan aja” ajaku padanya
Nabilah : “Wahh boleh tuh,aku juga bosen dirumah”
ucapnya lagi
Akhirnya tak terasa
obrolan ku dan nabilah pun berakhir,dan aku menganter nya pulang.Setelah itu
aku kembali ke kantor ku lagi.
Tiba-tiba sudah ada
boss ku yang berada di depan kantor
Boss : “Bagaimana Al,apakah kamu sudah
mengerjakan tugasmu?” ucapnya padaku
Aku : “E…belum boss,tadi saya sedang
mencari target,tapi ternyata target sedang tidak dirumah” ucapku mengelak
Boss : “Kamu ini bagaimana sih,masa Cuma
mengerjakan tugas enteng seperti ini saja tidak bisa,yasudah pokoknya saya mau
kamu cepat selesaikan tugas ini” ucapnya membentakku
Aku : “Baa…ba,,baikk boss,saya mengerti”
ucapku membalasnya
Aku pun sudah
benar-benar bingung dengan ini semua, aku muak, aku benci, tapi aku tidak bisa
berbuat apa-apa, tak terasa air mataku kembali mengalir,tapi aku coba untuk
menghapusnya supaya tidak dilihat oleh yang lain
>>>> SKIP
<<<<
Keesokan harinya aku
mendapat telfon dari nabilah bahwa ia melihat dua orang memasuki rumahnya, dia
pun panic, dan akhirnya hanya bisa bersembunyi di kamarnya, mendengar hal itu,aku
yakin bahwa dua orang itu adalah suruhan bosku. Akhirnya nya aku pun memutuskan
untuk menuju kantorku
*** Di Kantor ***
Aku pun memarahi 2
orang suruhan bos ku itu, yang ternyata di dengar oleh boss ku
Boss : “Ada apa ini ribut-ribut? Tolong
jelaskan Al” tegas boss ku
Aku : “Gi..gini boss,dua orang pecundang
ini, udah merusak semua rencana saya” ucapku membela diri sambil menunjuk
bodyguard bosku
Boss : “Apa maksud kamu merusak
rencana, mereka ini ingin membantumu?” ucap bos ku lagi
Aku : “Iya boss, tapi saya sudah
merencanakan suatu rencana untuk melaksanakan tugas ini, jadi saya tidak mau
rencana saya ini di ganggu” ucapku menejelaskan
Boss : “Baiklah kalau itu maksudmu, tapi
saya tetap menugaskan mereka berdua untuk mengawasi mu, dan kamu tidak bisa
menolaknya” ucapnya lagi
Aku pun tidak bisa
berbuat apa-apa, jadi aku harus menerima semua ini. Tak terasa sudah malam, aku
pun mengajak nabilah untuk jalan-jalan ke pasar malam
*** Di Pasar Malam ***
Nabilah : “Wahh…pasar malam nya rame ya” ucapnya
senang
Aku : “I…iyaa nab,ka…kamu suka?” ucapku
tebata-bata
Nabilah : “Suka kok,suka banget malah,yaudah kita
kesana yuk” ucapnya menarik tangan ku
Ternyata nabilah
mengajakku untuk bermain tembak-tembakan,dimana jika kita berhasil menembak
target maka kita akan mendapat kan hadiah yang kita ingin kan
Nabilah : “Al,kita main tembak-tembakan yuk,siapa
tau kita menang hehe” ucapnya padaku
Aku : “Yaudah terserah kamu aja nab”
ucapku lagi
Akhirnya aku pun
bermain bersama nabilah,dan aku berhasil menembak target dengan jitu
Nabilah : “Wahh kamu berhasil Al,jago juga ya kamu
nembaknya,udah sering yaa hehehe” ucapnya yang membuatku tersentak kaget
Aku : “Hahh..eh..anu…apaan sih nab,biasa
aja kok” ucapku gugup
Nabilah : “Loh kenapa gugup,yaudah yuk kita ambil
hadiahnya” ucapnya sembari mengambil hadiahnya,yaitu sebuah boneka kelinci
Nabilah : “Wahh boneka nya bagus nih al,aku suka”
ucapnya gembira
Aku : “I..iya nab,aku juga suka” ucapku
padanya
Nabilah : “Al,kalau misalnya nanti aku udah nggak
ada,aku pengen kita tetap bisa bersama” ucapnya sambil tertunduk
Aku : “Loh kok kamu ngomongnya gitu
sih,kenapa?” ucapku heran
Nabilah : “Aku takut kalau nanti aku mati al,aku
bener-bener takut” ucapnya sembari menggenggam tanganku sangat erat
Aku : “kamu nggak perlu takut untuk mati
nab,kalaupun nanti kamu pergi,aku juga bakal ikut sama kamu,dan aku bakal
selalu ada disamping kamu” ucapku sembari memeluknya
Tiba-tiba….
DUARRRR!!!
Bunyi tembakan yang
membuat semua pengunjung pasar malam ketakutan,begitu pun dengan nabilah, dan
saat aku melihat orang yang menebak itu ternyata adalah 2 bodyguard bos ku,aku
pun mengajak nabilah untuk bersembunyi
Nabilah : “Hoshh..hoshh..hoshhh” ucapnya kelelahan
Nabilah : “Aku capek al,aku udah nggak kuat”
ucapnya sembari menggenggam tanganku
Aku : “Ayo,nabilah kamu nggak boleh
berhenti,kita harus sembunyi,kita nggak boleh ketahuan sama mereka” ucapku
sembari mencari tempat persembunyian
Nabilah : “Emangnya kamu kenal sama mereka?”
tanyanya padaku
Aku pun bingung harus
menjawab apa…
Aku : “Iya aku kenal sama mereka,mereka
itu orang yang mau bunuh kamu nab” ucapku lagi
Nabilah : “Apaa?!! Bunuh aku? Kamu tau dari
mana?”ucapnya kaget
Aku : “A…aku.. aku..aku nggak bisa
jelasin sekarang nab,yang penting sekarang kita ngumpet dulu” ucapku sembari
mengajaknya bersembunyi
Aku pun menemukan
sebuah box besar,dan aku pun mengajak nabilah untuk bersembunyi didalamnya
Aku : “Ayo nab,kita sembunyi di dalam
box ini” ucapku sambil menunjuk box
Nabilah : “Baiklah” ucapnya lagi
Aku dan nabilah pun
bersembunyi di dalam box,dan kami mendengar langkah kaki 2 orang yang ingin
membunuh nabilah mendekati kami
Nabilah : “Al,gimana nih,orang nya mendekat
kesini” ucapnya panic
Aku : “Tenang aja nab,aku ada disini
kok,nggak akan terjadi apa-apa” ucapku menenangkannya
Tiba-tiba….
DUAAARRRR!!!
Suara pistol pun
terdengar lagi
Bodyguard 1 : “Hei kalian berdua,sebaiknya
menyerahlah,sebelum kami menghabisi nyawa kalian hahaha” ucapnya padaku dan
nabilah
Bodyguard 2 : “Iya,keluarlah kamu al,kami sudah tau
kamu ingin melindungi wanita itu” ucapnya juga
*** Di Dalam Box ***
Nabilah : “Al,kenapa mereka kenal sama
kamu,sebenarnya apa yang kamu sembunyiin dari aku?” tanyanya padaku
Aku : “Emmm…aku…aku adalah atasan
mereka” ucapku jujur
Nabilah : “Apa?!!! Kenapa kamu baru bilang
sekarang al” ucapnya sambil menangis
Aku : “Maafin aku nab,aku nggak kuat
kalau harus jujur sama kamu saat itu,aku bener-bener minta maaf nab” ucapku
meminta maaf
Nabilah : “Jadi kamu juga orang yang udah bunuh
papa aku?” Tanya nya lagi
Aku : “I..ii…iyaa nab,aku minta maaf
ya,dan sekarang aku juga nggak mau kalau harus kehilangan kamu,aku sayang sama
kamu” ucapku lagi
Nabilah pun hanya bisa
menangis dan memelukku,tapi disisi lain….
*** Di Luar Box ***
Bodyguard 1 : “Hei al,aku akan membunuh wanita itu atau
kau sendiri yang membunuhnya” ucapnya padaku
Nabilah pun semakin
takut,dan dia masih saja mendekapku dengan erat,aku pun mengeluar kan pistol ku
dan ingin menembak kepala nabilah.
Nabilah : “Al,aku takuttt….” Ucapnya
sambil terus memelukku erat
Aku : “Iya nab,aku tau,kamu
nggak usah takut,seandainya kamu mati,aku juga bakal ikut sama kamu” ucapku
menahan tangis
Aku : “MAAFKAN AKU NABILAH”
ucapku bebisik di telinga nabilah sembari melepaskan pelatuk pistolku
Alhasil aku menembak
nabilah,yang menyebabkan ia mengeluarkan banyak darah.Dan aku pun menggendong
nabilah keluar dari box ini
Aku : “Kalian berdua bisa
lihat kan?!! Aku sudah membunuh wanita ini,sekarang kalian PUASSS!!!” ucapku
berlinang air mata
Bodyguard 1 : “Bagus lah kalau begitu,jadi kami tidak
usah repot-repot mengotori tangan kami hahaha!!!” ucapnya yang membuat ku kesal
Aku : “Sekarang kalian pergi
dari sini!!!” ucapku membentak
Mereka pun pergi
meninggalkan ku dan jasad nabilah,aku pun memutuskan untuk mengakhiri hidupku
saat ini juga
Aku : “Nabilah….aku kan
menyusulmu,aku akan selalu ada disamping mu…” ucapku sembari melihat jasad
nabilah yang ada di depan ku
Aku pun mengarahkan
pisto yang ku pakai untuk membunuh nabilah tadi ke kepalaku,dan aku pun menarik
pelakutnya kemuadian……
Aku : “Nabilah..tunggu aku
disana” ucapku lirih
DUUUAAARRRRR!!!
Sura pistol telah
menembus kepalaku,alhasil aku pun mengeluarkan banyak darah,dan terkapar di
samping jasad nabilah yang sudah tiada.Seketika aku pun sudah tidak
bernyawa,dan aku berharap supaya bisa hidup tenang bersama nabilahh selamanya disana…..
~END~
Gimana nih FF kali ini?
Tegang atau malah aneh? Hehehe
Jangan lupa kasih
komentar dan sarannya ya :)
Thanks to : All Member SBN48
Author by : Hesti Sekar Kinasih