Minggu, 08 Juni 2014

[FANFICTION] Maafkan Aku Nabilah (Inspired by @nabilahJK48)





Pagi itu seperti biasa aku sudah harus bersiap-siap untuk menuju kantor ku ,namaku Alfiter Atfal, namun orang-orang biasa memanggilku Al, aku mempunyai seorang pacar yang bernama Nabilah Ratna Ayu, dia kuliah di salah satu Universitas terkenal di Jakarta

~oOo~

Kantor ku memang berbeda dari yang lain,karna disini tugas ku adalah sebagai pembunuh bayaran, sebenarnya aku sudah muak bekerja di tampat ini, tapi apa boleh buat, aku meneruskan tugas ayahku, dan aku dikenal sebagai pembunuh yang bisa dibilang paling mematikan

Tapi disisi lain nabilah tidak pernah tahu dengan pekerjaanku ini,karna memang aku tidak pernah cerita pada nya,dan suatu hari aku di panggil oleh bos ku untuk menyelesaikan sebuah tugas

*tukkk..tukk…tukk

Aku pun mengetuk pintu dan memasuki ruangan bos ku

Boss           : “Al, kamu saya panggil kesini karna kamu akan saya tugaskan untuk membunuh seorang pengusaha” ucapnya tegas padaku

Aku            : “Pengusaha? Siapa bos?” tanyaku padanya

Boss           : “Dia adalah pengusaha terkaya nomer 5 di Indonesia, jadi apakah kamu sanggup untuk melaksanakan tugas ini” ucapnya sambil memberikan foto pengusaha itu

Aku            : “Saya sanggup bos,tapi kenapa saya harus membunuh nya? Memang apa salahnya?” ucapku lagi

Boss           : “Dia adalah musuhku sewaktu bersekolah dulu,dan aku ingin kamu membunuhnya tanpa ada jejak” ucapnya lagi

Aku            : “Baik boss,akan saya laksanakan segera” ucapku sembari meninggalkan ruangan itu

Aku pun bergegas untuk mencari pengusaha tersebut dan langsung membunuhnya tanpa meninggalkan jejak, Dan seperti biasa aku pun bisa menyelesai kan tugas ku itu dengan baik, dan aku di berikan penghargaan oleh bos ku.

Tapi suatu hari nabilah tiba-tiba menelfon ku dan mengajak ku untuk bertemu dengan nya

Pembicaraan di telfon :

Nabilah      : “Al, kamu dimana? Bisa nggak kita ketemuan sekarang” ucapnya sambil sesegukan

Aku            : “Loh nab, kamu kenapa? Kok kayak orang lagi nangis gitu” tanyaku padanya

Nabilah      : “Ada yang mau aku jelasin sama kamu, kita bisa kan ketemuan di café biasa?” ucapnya lagi padaku

Aku            : “Iya-iya bisa, yaudah kamu tunggu ya, aku kesana” ucapku sembari menutup telfon dan pergi ke tempat biasa bertemu dengan nabilah

>>>> SKIP <<<<

*** Di Café ***

Setelah sampai di café,aku pun langsung menghampiri nebilah yang sudah menungguku

Aku            : “Nab,ada apa?” tanyaku padanya sembari duduk

Nabilah pun tiba-tiba langsung memelukku dengan erat,dan aku pun bingung denga sikapnya itu

Aku            : “Nab,kamu kenapa? Kok nangis gini” Tanya ku khawatir

Nabilah      : “Papahh al..papah…” ucapnya lagi

Aku            : “Iya papa kamu kenapa?” ucapku bertanya

Nabilah      : “Papah dibunuh al…” ucapnya yang membuatku kaget

Aku            : “Apa? Dibunuh?!!”aku pun sempat merasa aneh dengan hal ini

Nabilah      : “Iya al papah dibunuh oleh orang yang nggak dikenal, aku takut nanti aku jadi korban selanjutnya al” ucapnya sambil menangis

Aku            : “Udah nab kamu tenang aja, nggak akan ada yang berani bunuh kamu, aku akan selalu jagain kamu kok,ohiya aku boleh liat foto papa kamu?” ucapku pada nabilah

Jujur saja selama aku berpacaran dengan nabilah,aku belum pernah bertemu dengan papa nya,karna memang kagiatanku yang begitu sibuk,sehingga tidak sempat untuk berkenalan dengan papa nya

Nabilah pun menunjukkan foto papah nya tersebut, dan betapa kaget nya aku, karna aku lah yang telah membunuh papa nya dengan sangat keji,ternyata pengusaha yang dimaksud boss ku adalah papa nya nabilah. Aku pun sangat merasa bersalah dengan apa yang telah aku perbuat, dan aku langsung memeluk nabilah erat

Nabilah      : “Loh kamu kenapa? Kok kaget gitu ngeliat foto papa?” Tanya nya penasaran

Aku            : “Emm..enggak kok,aku gpp,yaudah mending sekarang kamu aku anterin pulang ya, soalnya aku juga mau balik kerja nih” ucapku gugup

Nabilah      : “Yaudah deh makasih ya kamu udah mau jagain aku” ucapnya lagi

Akhirnya aku pun mengantar kan nabilah pulang kerumah nya dan aku memutuskan untuk datang ke danau yang biasa aku datangi jika aku sedang mempunya masalah

*** Di Danau ***

“TUHANNN MAAFKAN AKUU, APA YANG HARUS AKU PERBUAT SEKARANGG, AKU TELAH MEMBUNUH AYAHH DARI ORANG YANG SANGAT AKU CINTAIII” teriakku sambil meneteskan air mata
Saat itu tidak ada yang mendengar kan ku berteriak,karna memang jarak danau yang lumayan jauh dari lajan raya.

Dan aku pun harus menerima kenyataan ini,aku memang terlahir menjadi seorang pembunuh,jadi aku berusaha untuk tidak menyalahkan diriku sendiri,walaupun sebenarnya ini sangat menyiksaku

Tiba-tiba hp ku bordering kembali,dan ternyata bos ku yang menelfon,segera saja aku mengangkat nya

Perbincangan di telfon :

Boss           : “Al,ke kantor sekarang juga,ada yang ingin saya bicarakan sama kamu” ucapnya menyuruhku

Aku            : “I..iyaa boss,saya kesana sekarang” ucapku sambil menuju ke kantor

>>>> SKIP <<<<

Sesampai nya dikantor,aku pun segera menemui bossku di ruangan nya

*** Di Ruangan Boss ***

Aku            : “Ada apa boss memanggil saya?” tanyaku padanya

Boss           : “Saya mempunyai tugas lagi untukmu,kali ini kamu harus bisa menyelesaikan nya” ucapnya lagi

Aku            : “Baikk boss akan saya lakukan tungas apapun yang anda beri” ucapku membalasnya

Boss           : “Kamu harus membunuh wanita ini,dan jika kamu berhasil,kamu akan saya angkat menjadi pemimpin di perusahaan ini” ucapnya sembari memberikan foto target yang akan aku bunuh

Lagi-lagi aku kembali tercengang,karna ternyata foto yang di tunjukkan oleh bos ku ini adalah foto wanita yang sangat aku kenal dan aku cintai,ya siapa lagi kalau bukan Nabilah,

Aku            : “Ta..tapi boss…” ucapku ragu

Boss           : “Kenapa Al?,apa kamu tidak sanggup mengerjakan tugas ini,seorang Alfiter yang saya kenal kuat,ternyata tidak sanggup mengerjakan tugas semudah ini” ucap bos ku membentakku

Aku            : “Ba..ba…baikk boss,akan saya kerjakan tugas ini,tapi saya butuh waktu seminggu” ucapku gugup

Boss           : “Oke,saya percaya sama kamu,tapi tugas kamu kali ini akan diawasi oleh 2 anak buah saya” ucapnya yang membuatku resah

Aku            : “Loh boss,untuk apa? Saya bisa melakukan tugas ini sendiri,apa anda tidak percaya dengan keahlian saya” ucapku agak keras

Boss           : “Ya saya hanya tidak ingin jika tugas mu kali ini gagal,jadi saya mengutus ke dua anak buah saya untuk membantu mu” ucapnya lagi

Aku pun sudah tidak bisa berkata lagi,dan aku sangat bingung harus berbuat apa.

>>>> SKIP <<<<

Keesokan hari nya,aku mengajak nabilah bertemu di danau yang biasa aku temui

Nabilah      : “Ada apa Al,kok tumben kamu ngajak aku ketemuan disini?” tanyanya padaku

Aku            : “Emm..aku Cuma mau ngabisin waktu sama kamu aja kok,aku kangen sama kamu” ucapku dengan mata yang berkaca-kaca

Aku pun memeluk serta mencium kening nabilah,dan aku berbicara dalam hati “Tuhann maafkan aku,sejujurnya aku tidak bisa melakukan ini pada nya,aku sangat mencintai nya,tapi kenapa keadaan tidak berpihak padaku”

Nabilah      : “Kamu kenapa sih,kok dari tadi bengong,ada yang kamu lagi pikirin?” Tanya nya lagi

Aku            : “Aku..emmm..enggak kok,besok kita ke pasar malem yuk,ya jalan-jalan aja” ajaku padanya

Nabilah      : “Wahh boleh tuh,aku juga bosen dirumah” ucapnya lagi

Akhirnya tak terasa obrolan ku dan nabilah pun berakhir,dan aku menganter nya pulang.Setelah itu aku kembali ke kantor ku lagi.

Tiba-tiba sudah ada boss ku yang berada di depan kantor

Boss           : “Bagaimana Al,apakah kamu sudah mengerjakan tugasmu?” ucapnya padaku

Aku            : “E…belum boss,tadi saya sedang mencari target,tapi ternyata target sedang tidak dirumah” ucapku mengelak

Boss           : “Kamu ini bagaimana sih,masa Cuma mengerjakan tugas enteng seperti ini saja tidak bisa,yasudah pokoknya saya mau kamu cepat selesaikan tugas ini” ucapnya membentakku

Aku            : “Baa…ba,,baikk boss,saya mengerti” ucapku membalasnya
Aku pun sudah benar-benar bingung dengan ini semua, aku muak, aku benci, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa, tak terasa air mataku kembali mengalir,tapi aku coba untuk menghapusnya supaya tidak dilihat oleh yang lain

>>>> SKIP <<<<

Keesokan harinya aku mendapat telfon dari nabilah bahwa ia melihat dua orang memasuki rumahnya, dia pun panic, dan akhirnya hanya bisa bersembunyi di kamarnya, mendengar hal itu,aku yakin bahwa dua orang itu adalah suruhan bosku. Akhirnya nya aku pun memutuskan untuk menuju kantorku

*** Di Kantor ***

Aku pun memarahi 2 orang suruhan bos ku itu, yang ternyata di dengar oleh boss ku

Boss           : “Ada apa ini ribut-ribut? Tolong jelaskan Al” tegas boss ku

Aku            : “Gi..gini boss,dua orang pecundang ini, udah merusak semua rencana saya” ucapku membela diri sambil menunjuk bodyguard bosku

Boss           : “Apa maksud kamu merusak rencana, mereka ini ingin membantumu?” ucap bos ku lagi

Aku            : “Iya boss, tapi saya sudah merencanakan suatu rencana untuk melaksanakan tugas ini, jadi saya tidak mau rencana saya ini di ganggu” ucapku menejelaskan

Boss           : “Baiklah kalau itu maksudmu, tapi saya tetap menugaskan mereka berdua untuk mengawasi mu, dan kamu tidak bisa menolaknya” ucapnya lagi

Aku pun tidak bisa berbuat apa-apa, jadi aku harus menerima semua ini. Tak terasa sudah malam, aku pun mengajak nabilah untuk jalan-jalan ke pasar malam

*** Di Pasar Malam ***

Nabilah      : “Wahh…pasar malam nya rame ya” ucapnya senang

Aku            : “I…iyaa nab,ka…kamu suka?” ucapku tebata-bata

Nabilah      : “Suka kok,suka banget malah,yaudah kita kesana yuk” ucapnya menarik tangan ku

Ternyata nabilah mengajakku untuk bermain tembak-tembakan,dimana jika kita berhasil menembak target maka kita akan mendapat kan hadiah yang kita ingin kan

Nabilah      : “Al,kita main tembak-tembakan yuk,siapa tau kita menang hehe” ucapnya padaku

Aku            : “Yaudah terserah kamu aja nab” ucapku lagi

Akhirnya aku pun bermain bersama nabilah,dan aku berhasil menembak target dengan jitu

Nabilah      : “Wahh kamu berhasil Al,jago juga ya kamu nembaknya,udah sering yaa hehehe” ucapnya yang membuatku tersentak kaget

Aku            : “Hahh..eh..anu…apaan sih nab,biasa aja kok” ucapku gugup

Nabilah      : “Loh kenapa gugup,yaudah yuk kita ambil hadiahnya” ucapnya sembari mengambil hadiahnya,yaitu sebuah boneka kelinci

Nabilah      : “Wahh boneka nya bagus nih al,aku suka” ucapnya gembira

Aku            : “I..iya nab,aku juga suka” ucapku padanya

Nabilah      : “Al,kalau misalnya nanti aku udah nggak ada,aku pengen kita tetap bisa bersama” ucapnya sambil tertunduk

Aku            : “Loh kok kamu ngomongnya gitu sih,kenapa?” ucapku heran

Nabilah      : “Aku takut kalau nanti aku mati al,aku bener-bener takut” ucapnya sembari menggenggam tanganku sangat erat

Aku            : “kamu nggak perlu takut untuk mati nab,kalaupun nanti kamu pergi,aku juga bakal ikut sama kamu,dan aku bakal selalu ada disamping kamu” ucapku sembari memeluknya

Tiba-tiba….

DUARRRR!!!

Bunyi tembakan yang membuat semua pengunjung pasar malam ketakutan,begitu pun dengan nabilah, dan saat aku melihat orang yang menebak itu ternyata adalah 2 bodyguard bos ku,aku pun mengajak nabilah untuk bersembunyi

Nabilah      : “Hoshh..hoshh..hoshhh” ucapnya kelelahan

Nabilah      : “Aku capek al,aku udah nggak kuat” ucapnya sembari menggenggam tanganku

Aku            : “Ayo,nabilah kamu nggak boleh berhenti,kita harus sembunyi,kita nggak boleh ketahuan sama mereka” ucapku sembari mencari tempat persembunyian

Nabilah      : “Emangnya kamu kenal sama mereka?” tanyanya padaku

Aku pun bingung harus menjawab apa…

Aku            : “Iya aku kenal sama mereka,mereka itu orang yang mau bunuh kamu nab” ucapku lagi

Nabilah      : “Apaa?!! Bunuh aku? Kamu tau dari mana?”ucapnya kaget

Aku            : “A…aku.. aku..aku nggak bisa jelasin sekarang nab,yang penting sekarang kita ngumpet dulu” ucapku sembari mengajaknya bersembunyi

Aku pun menemukan sebuah box besar,dan aku pun mengajak nabilah untuk bersembunyi didalamnya

Aku            : “Ayo nab,kita sembunyi di dalam box ini” ucapku sambil menunjuk box

Nabilah      : “Baiklah” ucapnya lagi

Aku dan nabilah pun bersembunyi di dalam box,dan kami mendengar langkah kaki 2 orang yang ingin membunuh nabilah mendekati kami

Nabilah      : “Al,gimana nih,orang nya mendekat kesini” ucapnya panic

Aku            : “Tenang aja nab,aku ada disini kok,nggak akan terjadi apa-apa” ucapku menenangkannya

Tiba-tiba…. DUAAARRRR!!!

Suara pistol pun terdengar lagi

Bodyguard 1       : “Hei kalian berdua,sebaiknya menyerahlah,sebelum kami menghabisi nyawa kalian hahaha” ucapnya padaku dan nabilah

Bodyguard 2       : “Iya,keluarlah kamu al,kami sudah tau kamu ingin melindungi wanita itu” ucapnya juga

 *** Di Dalam Box ***

Nabilah      : “Al,kenapa mereka kenal sama kamu,sebenarnya apa yang kamu sembunyiin dari aku?” tanyanya padaku

Aku            : “Emmm…aku…aku adalah atasan mereka” ucapku jujur

Nabilah      : “Apa?!!! Kenapa kamu baru bilang sekarang al” ucapnya sambil menangis

Aku            : “Maafin aku nab,aku nggak kuat kalau harus jujur sama kamu saat itu,aku bener-bener minta maaf nab” ucapku meminta maaf

Nabilah      : “Jadi kamu juga orang yang udah bunuh papa aku?” Tanya nya lagi

Aku            : “I..ii…iyaa nab,aku minta maaf ya,dan sekarang aku juga nggak mau kalau harus kehilangan kamu,aku sayang sama kamu” ucapku lagi

Nabilah pun hanya bisa menangis dan memelukku,tapi disisi lain….

*** Di Luar Box ***

Bodyguard 1       : “Hei al,aku akan membunuh wanita itu atau kau sendiri yang membunuhnya” ucapnya padaku

Nabilah pun semakin takut,dan dia masih saja mendekapku dengan erat,aku pun mengeluar kan pistol ku dan ingin menembak kepala nabilah.

Nabilah                : “Al,aku takuttt….” Ucapnya sambil terus memelukku erat

Aku                      : “Iya nab,aku tau,kamu nggak usah takut,seandainya kamu mati,aku juga bakal ikut sama kamu” ucapku menahan tangis

Aku                      : “MAAFKAN AKU NABILAH” ucapku bebisik di telinga nabilah sembari melepaskan pelatuk pistolku

Alhasil aku menembak nabilah,yang menyebabkan ia mengeluarkan banyak darah.Dan aku pun menggendong nabilah keluar dari box ini

Aku                      : “Kalian berdua bisa lihat kan?!! Aku sudah membunuh wanita ini,sekarang kalian PUASSS!!!” ucapku berlinang air mata

Bodyguard 1       : “Bagus lah kalau begitu,jadi kami tidak usah repot-repot mengotori tangan kami hahaha!!!” ucapnya yang membuat ku kesal

Aku                      : “Sekarang kalian pergi dari sini!!!” ucapku membentak
Mereka pun pergi meninggalkan ku dan jasad nabilah,aku pun memutuskan untuk mengakhiri hidupku saat ini juga

Aku                      : “Nabilah….aku kan menyusulmu,aku akan selalu ada disamping mu…” ucapku sembari melihat jasad nabilah yang ada di depan ku

Aku pun mengarahkan pisto yang ku pakai untuk membunuh nabilah tadi ke kepalaku,dan aku pun menarik pelakutnya kemuadian……

Aku                      : “Nabilah..tunggu aku disana” ucapku lirih

DUUUAAARRRRR!!!

Sura pistol telah menembus kepalaku,alhasil aku pun mengeluarkan banyak darah,dan terkapar di samping jasad nabilah yang sudah tiada.Seketika aku pun sudah tidak bernyawa,dan aku berharap supaya bisa hidup tenang bersama nabilahh selamanya disana…..

~END~
Gimana nih FF kali ini? Tegang atau malah aneh? Hehehe

Jangan lupa kasih komentar dan sarannya ya :)

Thanks to   : All Member SBN48

Author by  : Hesti Sekar Kinasih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar